Sifat-sifat Bahasa (Menurut Ferdinand De Saussure) | Hakikat Bahasa
Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu Pengertian Bahasa yang mana masih dalam satu topik : Hakikat Bahasa. Setelah mengetahui pengertiannya, sekarang kita lanjutkan pada sifat-sifat bahasa. Sifat-sifat bahasa ini dirumuskan oleh Ferdinand De Saussure. Ia merupakan seorang ahli linguistik dari Swiss dan dijuluki sebagai Bapak Linguistik Modern.
Sumber referensi :
M.Pd, Irwan Siagian, dkk. 2015. Bahasa Indonesia : Kelas Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta : Unindra Press.
Subtopik berkutnya : Fungsi Bahasa.
Ferdinand De Saussure menyebutkan ada 12 sifat dan ciri bahasa. Berikut uraiannya.
- Sebagai sistem
Sistem berarti susunan yang memiliki pola dan membentuk suatu kesatuan yang bermakna atau berfungsi. Bahasa termasuk sebagai suatu sistem karena memiliki pola dan aturan tertentu untuk menghasilkan sebuah makna. Contohnya dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya unsur SPOK pada pembuatan sebuah kalimat. Atau imbuhan ber-, me-, -an, yang masing-masing punya fungsi sendiri dalam membuat makna.
- Sebagai lambang
Lambang atau disebut juga simbol digunakan sehari-hari dalam kehidupan manusia. Lambang digunakan untuk menyatakan suatu ide ataupun konsep.
Bahasa merupakan suatu alat untuk menyatakan ide ataupun konsep dalam bentuk kata-kata atau verbal.
Bahasa merupakan suatu alat untuk menyatakan ide ataupun konsep dalam bentuk kata-kata atau verbal.
- Bahasa adalah bunyi
Bahasa adalah bunyi, namun tidak semua bunyi termasuk bahasa. Yang dimaksud bunyi di sini adalah apa yang keluar dari alat ucap manusia dan memiliki makna.
- Bermakna
Apa yang keluar dari alat ucap manusia tidak semuanya berupa bahasa, misalnya ketika batuk, mengerang dan sebagainya. Hanya ucapan yang memiliki makna yang bisa disebut sebagai bahasa.
- Arbitrer
Arti dari arbitrer adalah mana suka, sewenang-wenang, tidak tetap. Misalnya dalam menyimbolkan suara binatang, ada bahasa yang menyebut "miaww", "meong", "ngeong", dan lain sebagainya. Setiap bahasa yang berbeda mempunyai tuturan dan gaya yang berbeda.
- Konvensional
Meskipun bahasa bersifat arbitrer (mana suka) namun bahasa telah diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mewakili konsep tertentu.
- Dinamis
Bahasa itu sifatnya dinamis, artinya selalu mengalami perubahan tiap waktu. Entah pada bidang leksikon atau semantiknya. Perubahan bahasa juga mengikuti arah perubahan budaya dan teknologi.
- Produktif
Bahasa disebut produktif karena mampu menghasilkan satuan-satuan bahasa yang tak terbatas walaupun secara relatif sesuai dengan sistem yang berlaku pada bahasa tersebut.
- Bervariasi
Bahasa mempunyai variasinya sendiri beradasarkan latar belakang budaya dan sosial. Variasi bahasa meliputi idiolek, dialek, dan ragam. Idiolek adalah variasi bahasa yang digunakan perorangan. Dialek adalah variasi bahasa yang digunakan sekelompok masyarakat. Sedangkan ragam adalah penggunaan bahasa berdasarkan situasi, keadaan dan keperluan tertentu.
- Unik
Unik artinya mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh sesuatu yang lain. Setiap bahasa memiliki beberapa keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya. Keunikan ini dapat berupa sistem bunyi, kata, susunan kalimat dan lain sebagainya.
- Universal
- Manusiawi
Sumber referensi :
M.Pd, Irwan Siagian, dkk. 2015. Bahasa Indonesia : Kelas Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta : Unindra Press.
Subtopik berkutnya : Fungsi Bahasa.



Posting Komentar